KOMUNIKASI ORANG MUDA DI SOSIAL MEDIA SEBAGAI INFLUENCER

Lisa Esti Puji Hartanti

Abstract


Media sosial mampu memenuhi kebutuhan orang muda sebagai pengguna internet terbesar di Indonesia, untuk menyalurkan hobi, berelasi, dan mengekspresikan diri. Mereka memproduksi, mengedit, dan menyebarkan pesan kepada pengikut. Maka, orang muda mampu berperan sebagai influencer, dengan kriteria, aktivis, terkoneksi, membuat pesan yang memiliki dampak, dan trendsetter. Dilakukan pula manajemen impresi yang konsisten, yaitu menghasilkan pesan berkualitas, asli buatan sendiri, dan bernada positif, yang disebar secara rutin. Efeknya, para pengikut merasa mendapat dukungan dari media sosial. Kemudian, keinginan berkembang, para pengikut ingin mengadakan perjumpaan darat secara nyata dengan influencer. Hal ini, menunjukkan influencer telah berhasil menjadi hypersonal, yaitu mempengaruhi orang lain dengan impresi konsisten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam orang muda sebagai admin media sosial Instagram yang menyebarkan pesan ajaran Gereja Katolik. Pengikutnya mencapai ratusan ribu. Maka, para admin ini telah sukses menjadi influencer yang memiliki pengikut setia, dan mengadakan meet and greet di beberapa kota di Indonesia.            


Keywords


komunikasi persuasi, media sosial, influencer, orang muda

Full Text:

PDF

References


Arianti, Gusmia. 2017. Kepuasan Remaja terhadap Penggunaan Media Sosial Instagram dan Path. Wacana Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 16 No 2 halaman 180-192.

Brogan, Chris. 2010. Social Media 101: Tactics and Tips to Develop Your Business Online. New Jersey: John Wiley, & Sons, Inc.

Consalvo, Mia, Charles Ess. 2011. The Handbook of Internet Studies. UK: Blackwell Publishing Ltd.

DeVito, Joseph A. 2009. Human Communication The Basic Course. Eleventh Edition. United States of America: Pearson Education, Inc.

Griffin, Emory A. 2003. A First Look at Communication Theory, 5th edition, New York: McGraw-Hill.

Hartanti, Lisa Esti Puji. 2017. Remaja Aktif atau Pasif Menggunakan Media. Bab dalam Buku Best-Practice Literasi Media untuk Remaja dan Dewasa. Jakarta: Penerbit Atma Jaya.

McQuail, Dennis. 2010. McQuail’s Mass Communication Theory. 6th edition. California: Sage Publication.

Meeyoung Cha et al. 2007. “I Tube, You Tube, Everybody Tubes: Analyzing the World’s Largest User Generated Content Video System,” San Diego: ACM Internet Measurement Conference.

Pacey, A. 2000. The Culture of Technology. MIT Press.

Patton, Michael Quinn. 2002. Qualitative Research & Evaluation Methods. UK: Sage Publication.

Safko, Lof. 2010. The Social Media Bible: 2nd Edition. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., Hoboken.

Straubhaar, J. LaRose, R., & Davenport, L. 2012. Media Now: Understanding Media, Culture and Technology. 7th edition. Wadsworth.

Thurlow, Crispin, Laura Lengel and Alice Tomic. 2004. Computer Mediated Communication; Social Interaction and The Internet. London: Sage Publication

Truten, Tracy L. 2008. Advertising 2.0: Social Media Marketing in a Web 2.0 World. London: Praeger Publisher.

http://mastel.id/survey-masyarakat-telematika-indonesia/

https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia

https://tirto.id/survei-pesan-intoleransi-bertebaran-di-media-sosial-cfeY

Buletin APJII edisi 22 - Maret 2018




DOI: https://doi.org/10.32509/wacana.v17i2.599

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

 

  

 
 

Indexed by:

 

 

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Kampus I, Jl. Hang Lekir I/8 Jakarta Pusat, Indonesia 10270
WA: 085714422271 (Chat Only)

Telepon: 021-7261433, 021-7252685
email: [email protected]

 

Copyright (c) 2019 WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi

Creative Commons License
Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.