Komunikasi Antarpribadi Anak Yang Memisahkan Diri Dari Orang Tuanya Pada Keluarga Broken Home

Annisa Putri

Abstract


Broken home merupakan kondisi keluarga yang tidak kondusif akibat perceraian, berdampak terhadap relationship anak dan orang tua. Namun demikian hubungan tersebut dapat dipulihkan kembali melalui komunikasi antarpribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlakuan konsep tangga Mark L Knapp dalam komunikasi antarpribadi pada keluarga broken home, yang diterapkan oleh anak yang memisahkan diri dari orang tuanya dan bertujuan untuk memperbaiki hubungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua informan kunci menerapkan konsep tangga Mark L Knapp untuk memperbaiki hubungan dengan kedua orang tua mereka. Mereka berada pada tahap coming together dan relational maintenance. Saran dari penelitian ini adalah jika ingin mengimplementasika konsep tangga Mark L Knapp implementasikan secara lengkap dan berurutan yang disesuikan dengan tujuan serta kondisi hubungan.


Keywords


Komunikasi Antarpribadi; Broken Home; Konsep Mark L Knapp

Full Text:

PDF

References


Awi, M. victoria. (2016). PERANAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM MENCIPTAKAN HARMONISASI KELUARGA DI DESA KIMAAM KABUPATEN

MERAUKE. Acta Diurna, 5(Komunikasi Antarpribadi Dalam Menciptakan Harmonisasi Keluarga). https://www.neliti.com/id/publications/ 92649/peranan-komunikasi-antar- pribadi-dalam-menciptakan- harmonisasi-keluarga-di-desa

Butsi, F. I. (2019). MEMAHAMI PENDEKATAN POSITIVIS, KONSTRUKTIVIS DAN KRITIS DALAM METODE PENELITIAN

KOMUNIKASI. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 2(1), 48–55. https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.p hp/JIKQ/article/view/27

Dharma, F. A. (2020). PANDANGAN ANAK KORBAN PERCERAIAN TERHADAP PERKAWINAN (STUDI PADA 5 KELUARGA DI YOGYAKARTA)

[Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin- suka.ac.id/id/eprint/42478/

Hasanah, U. (2020). PENGARUH PERCERAIAN ORANGTUA BAGI PSIKOLOGIS ANAK. AGENDA:

Jurnal Analisis Gender Dan Agama, 2(1), 18–23. https://doi.org/10.31958/agenda.v2i1.1 983

Ismiati, I. (2018). PERCERAIAN ORANGTUA DAN PROBLEM PSIKOLOGIS ANAK. At-Taujih : Bimbingan Dan Konseling Islam, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.22373/taujih.v1i1.718 8

Pratama. (2018). PROSES KOMUNIKASI KELUARGA BROKEN HOME DI LINGKUNGAN MASYARAKAT GRIYA PANIKI INDAH KECAMATAN

MAPANGET. Proses Komunikasi Keluarga Broken Home,1–17. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/article/view/1997 0

Ryandini, N. L., & Destiwati, R. (2021). KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DAN ANAK BROKEN HOME AKIBAT PERCERAIAN. Medialog, 4(Komunikasi Antarpribadi Keluarga Broken Home), 39–45. https://eprints.untirta.ac.id/788/1/KOMUNIKASI%20ANTAR%20PRIBADI

%20PADA%20KELUARGA%20BROKEN%20HOME%20%28STUDI%20KASUS%20PERUMAHAN%20GRAHA%20WALANTAKA%29%20%20Copy.pdf

Yin, R. K., & Mudzakir, M. D. (2014). Studi kasus desain dan metode / Robert K. Yin ; penerjemah: M. Djauzi Mudzakir (Revisi 1). PT Raja Grafindo Persada.




DOI: https://doi.org/10.32509/petanda.v5i1.3269

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

     


Recommended Tools :