Pelatihan Kewirausahaan Beternak Ikan Cupang sebagai Upaya Pengendalian Demam Berdarah di Kelurahan Putat Jaya, Surabaya

Tina Melinda, J E Sutanto, David Sukardi Kodrat

Abstract


Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di daerah tropis dan subtropis dengan potensi fatalitas di berbagai kota cukup tinggi sebagaimana juga menjadi masalah kesehatan warga di Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Upaya meningkatkan program satu rumah satu jumantik diharapkan dapat meniadakan jentik di lingkungan perumahan. Upaya untuk menurunkan kasus DBD dilakukan di pemukiman yang sangat padat. Lingkungan yang mendukung perkembangan vektor DBD, dan kurangnya tindakan masyarakat dalam menjaga TPA sehingga menjadi tempat perindukan vektor DBD. Aksi peduli terhadap masyarakat melalui pengendalian deman berdarah dengan memberikan pelatihan kewirausahaan untuk beternak ikan cupang diharapkan menjadi salah satu upaya dalam pengendalian DBD. Langkah Tim Universitas Ciputra Surabaya Bersama Tim Pokja, Tim Puskemas dan Tim Jumantik dari Kelurahan Putat Jaya merupakan upaya untuk mengurangi kasus DBD tersebut dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan beternak ikan cupang. Pelatihan itu dapat berfungsi sebagai pengendali DBD di Kelurahan Putat Jaya sekaligus menjadikannya sebagai upaya pemberdayaan ekonomi warga mengingat beternak ikan cupang mengandung nilai ekonomi.

Full Text:

PDF

References


Agustin E., R. (2019). Breeding sites eradication program and dengue fever incidence reduction in Tenggilis Public Health Center Surabaya: An Association Study. Jurnal Keeshatan Lingkungan, 11 (1): 35-44

Dwiaji, Y.C., Nurato, N., Hanum, B., (2018). Kegiatan iptek bagi masyarakat (IBM) karang taruna dan PKK Desa Kohod Pakuhaji untuk peningkatan nilai tambah dalam pengelolaan limbah kelapa sebagai upaya peningkatan pendapan masyarakat. Jurnal Abdi Moestopo. 1(1): 19-22.

Hakim, L., Ruliansyah, A. (2015). Hubungan keberadaan larva sedes spp dengan kasus demam berdarah dengue di Kota Bandung. Aspirator. 7 (2): 72 - 82

Hakim, L., Kusnandar, A.J. (2012). Hubungan status gizi dan kelompok umur dengan status infeksi virus dengue. Aspirator. 4 (1): 34-45.

Hendriani, S., Nulhaqim S., A. (2008). Pengaruh pelatihan dan pembinaan dalam menumbuhkan jiwa wirausaha mitra binaan PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai. Jurnal Kependudukan Padjadjaran,10 (2): 152 - 168

Kemenkes. (2015). Pedoman Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik IndonesiaDirektorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Mulyana, N., Ishartono. (2018). Pelatihan wirausaha bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di desa Sakerta Barat dan Sakerta Timur, Kecamatan Darma Kabupaten Kubingan. Jurnal Penelitian & PPM, 5 (1): 31 - 42

Njoroge C., W., Gathungu J.,M. (2013). The effect of entrepreneurial education and training on development of small and medium size enterprise in Githunguri District-Kenya. International Journal of Education And Research, 1 (9): 1 - 22.

Suraya, Sulistyo, P.B. (2019). Sosiliasi indentifikasi peluang usaha kelautan dan perikanan di pesisir pantai Sawarna, Lebak, Banten. Jurnal Abdi Moestopo, 2(2): 30-37.

Sutanto, J.E., Sari, W.M., Handriyono, R.E., Purwoko, G.H., Kusuma, M.N., (2020). Pemanfaatan bio-slurry sebagai bahan batako berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Galengdowo, Kabupaten Jombang. Jurnal Abdi Moestopo, 3(1): 13-19

Zarkasyi, L, Martini, Hestiningsih R. (2015). Hubungan faktor host (Umur 6 Bulan-14 Tahun) dan keberadaan vektor dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja puskesmas Kedungmundu Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 3 (3): 175-185.




DOI: https://doi.org/10.32509/am.v3i2.1034

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by:

   

 Recommended Tools :