Pengembangan Model Aksi Antisipatif Berbasis Kolaborasi Multi-Pihak dalam Kesiapsiagaan Banjir Kabupaten Pandeglang
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdeen, F. N. (2021). Challenges in multi-agency collaboration in disaster management. International Journal of Disaster Risk Reduction.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.
Bongo, P. P. (2025). Institutionalisation of anticipatory action within government systems. ScienceDirect.
Eldi. (2021). Analisis Penyebab Banjir di DKI Jakarta. Journal of Environmental Education and Sustainable Development, 22, 50–60.
Ginting, S. (2014). Sistem Peringatan Dini Banjir Jakarta. Jurnal Sumber Daya Air, 10(1), 71–84.
Hasna, A. L. (2023). Collaborative Governance dalam Mitigasi Banjir Rob. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.
Hub, A. (2022). A new framework to improve collaboration on anticipatory action in South-East Asia.
Kent, R. (1994). Disaster preparedness and response. JANE, 13(2).
Kusumasari, B. (2014). Manajemen bencana dan kapabilitas pemerintah lokal. Gava Media.
Lazuar, S. T. (2020). Analisis Peran Multi Stakeholder dalam Pengurangan Risiko Banjir.
Maryani, E. (2010). Model Pembelajaran Mitigasi Bencana.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3 (ed.)). Sage Publications.
MSEJ. (2024). The Role of Multi-Stakeholder Collaboration in Flood Disaster Management. Management Science and Entrepreneurship Journal.
Nurmandi, & Younus. (2024). Community-Based Disaster Management.
Pandeglang, B. P. B. D. K. (2024). Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Kabupaten Pandeglang. BPBD Kabupaten Pandeglang.
Prihatin. (2013). Disaster risk and flood management.
Putra, F. (2019). Kolaborasi aktor dalam kebijakan publik: Perspektif governance. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 7(1), 45–60.
Rakyat, K. P. U. dan P. (2021). Strategi pengendalian banjir dan pengelolaan daerah aliran sungai. Kementerian PUPR.
Ranggi. (2016). Collaborative Governance.
Rini, R. O. P., Ilham, W., Putera, D. A., & Dermawan, A. A. (2022). Perencanaan Rekonstruksi Sebagai Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 4(2), 61. https://doi.org/10.37253/altasia.v4i2.6789
Sulaiman, A., & Rahmawati, D. (2021). Kesiapsiagaan bencana banjir berbasis masyarakat dalam perspektif administrasi publik. Jurnal Kebijakan Dan Administrasi Publik, 25(1), 65–80.
Taryana, A., Rifa, M., Mahmudi, E., & Bekti, H. (2022). ANALISIS KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI JAKARTA. 13(2), 302–311.
Ulum, M. C. (2013). Governance dan Capacity Building dalam Manajemen Banjir. JDPB BNPB.
Yulianti, R., & Pratama, A. B. (2022). Collaborative governance dalam pengurangan risiko bencana di tingkat lokal. Jurnal Administrasi Publik Dan Pembangunan, 10(2), 89–104.
Zainuddin, A., & Hidayat, R. (2020). Evaluasi kebijakan penanggulangan banjir di daerah rawan bencana. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 13(2), 121–137.
DOI: https://doi.org/10.32509/publika.v11i2.6862
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Publika: Jurnal Ilmiah Administrasi dan Kebijakan Publik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Indexed by:
Publika: Jurnal Ilmiah Administrasi dan Kebijakan Publik
Program Pascasarjana, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Kampus I, Jl. Hang Lekir I/8 Jakarta Pusat, Indonesia 10270
WA: 082137118246 (Chat Only)
email: publika@jrl.moestopo.ac.id
Copyright (c) 2024 Publika: Jurnal Ilmiah Administrasi dan Kebijakan Publik
Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






