AKOMODASI KOMUNIKASI ETNIS TIONGHOA DAN SUNDA DI SURYA KENCANA BOGOR

Aprilyanti Pratiwi, Regiant Fachturahman Nurlatif, M. Girindra Madanacaragni

Abstract


The purpose of this study was to identify the communication accommodation process carried out by ethnic Chinese and Sundanese in Surya Kencana, Bogor. The theory used in this study is Howard Giles' Accommodation Communication Theory (CAT). The results showed that the Chinese ethnic Surya Kencana initially made communication accommodations due to compulsion. However, over time and the positive feedback given by the Sundanese Surya Kencana, the Chinese finally made communication accommodations naturally. In the process of communication accommodation, the two ethnics converged, diverged and over-accomodated. The convergence carried out by Chinese is to use Indonesian mixed with Sundanese when communicating with Sundanese. The convergence carried out by the Sundanese is addressing the Chinese with ethnic greetings, (ko ko and ci ci). The divergence made by the Chinese is to be proud if they are called according to their ethnic origin. Meanwhile, the divergence made by Sundanese is to use Sundanese in a larger portion when interacting with ethnic Chinese. The over-accommodation made by the Chinese ethnic group is saying the word Alhamdulillah when interacting with the Sundanese group so that it seems forced. The over-accommodation made by the Sundanese is to greet the Chinese with a greeting according to their ethnicity but not according to the age context, so it seems impolite.


Keywords


Accommodation Communication Theory; Chineese; Sundanese; Surya Kencana Bogor

Full Text:

PDF

References


Adam, A. W. (2019). Tionghoa dan KeIndonesia-an: Komunitas Tionghoa di Semarang dan Medan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia: Jakarta.

Alviana, S. dan Salam, N.E. (2015). Strategi akomodasi komunikasi dalam interaksi antar budaya Suku Melayu (tempatan) dan Suku Jawa di Desa Bukit Gajah Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau. Diakses dari: https://media.neliti.com/media/publications/32565-ID-strategi-akomodasi-komunikasi-dalam-interaksi-antar-budaya-suku-melayu-tempatan.pdf.

Anindita dan Woelandari, N. (2020). Praktik komunikasi antarbudaya pada mahasiswa ekspatriat dalam program Bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA). Jurnal Pustaka Komunikasi, 3(1), 24-36. https://doi.org/10.32509/pustakom.v3i1.966

Aryana, I.G.M. 2017. Kuasa di balik harmoni: Etnografi Kritis Relasi Etnis Tionghoa dan Etnis Bali di Desa Pupuan, Tabanan, Bali. Jurnal Kajian Bali, 07(01), 1-16. https://doi.org/10.24843/JKB.2017.v07.i01.p01

Atabik, A. (2016). Percampuran Budaya Jawa dan Cina: Harmoni Dan Toleransi Beragama Masyarakat Lasem. Jurnal Sabda, Vol. 11: 1-11. https://doi.org/10.14710/sabda.11.1.1-11

Atok, M. (2016). Komunikasi Akomodasi Mahasiswa Etnis Tionghoa dan Non Tionghoa Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila. Skripsi. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas pancasila. Jakarta.

Aurelia, G. (2018). Komunikasi Akomodasi Masyarakat Etnis Tionghoa dan Non Tionghoa di Petak Sembilan, Glodok, Jakarta. Skripsi. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas pancasila. Jakarta.

Cindy, F. (2013). Proses Komunikasi Akomodasi Antarbudaya Etnis Cina dan Etnis Jawa di Perusahaan Karangturi Group Purwokerto. Diakses dari: http://e-journal.uajy.ac.id/4251/1/jurnal%20ilmiah.pdf.

Carey, P. (2015). Orang Cina, Bandar Tol, Candu, dan Perang Jawa. Komunitas Bambu: Depok.

Creswell, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Djuarsa, S.S. (2002). Teori Komunikasi. Universitas Terbuka: Jakarta.

Giles, H. and St. Clair, R. N. (1979). Language and Social Psychology. Blackwell: Oxford.

Ibrahim, S.M., dan Bambang, A. (2015). Hambatan Komunikasi Antar Budaya Pada Aspek Ras (Analisis Kritis Pada Kasus Indonesia – Tionghoa). Bricolage: Jurnal Magiser Ilmu Komunikasi, 1(1). http://dx.doi.org/10.30813/bricolage.v1i02.1629

Juditha, C. (2015). Stereotip dan Prasangka dalam Konflik Etnis Tionghoa dan Bugis Makassar. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12 (1), 87-104. https://doi.org/10.24002/jik.v12i1.445

Kurnaiwan, B. (2012). Penggunaan Nama Barat oleh Etnis Tionghoa di Surabaya. Jurnal Lakon, 1(1), 12-20. http://dx.doi.org/10.20473/lakon.v1i1.1911

Littlejohn, S.W., dan Karen A.F. (2016). Ensiklopedia Teori Komunikasi. Kencana: Jakarta.

Moleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya: Bandung.

Morrisan & Wardhany Andy Corry. (2009). Teori Komunikasi. Ghalia Indonesia: Jakata.

Muthia, K. (2017). Komunikasi Antar Budaya Etnis Keturunan Tionghoa Dengan Non Tionghoa di Jalan Suryakencana Kota Bogor (Studi Pada Identitas Etnis dan Pola Komunikasi). Skripsi. Universitas Pancasila.

Onghokham. (2008). Anti Cina, Kapitalisme Cina, dan Gerakan Cina: Sejarah Etnis Cina di Indonesia. Komunitas Bambu. Depok.

Putro, Y.A., Atmaja, H. T., & Sodiq, I. (2017). Konflik Rasial Antara Etnis Tionghoa Dengan Pribumi Jawa di Surakarta Tahun 1972-1998. Journal of Indonesian History, 6(1), 66-74. Diakses dari: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jih/article/view/20031/9458

Rohim, S. (2009). Teori Komunikasi Perspektif, Ragam dan Aplikasi. Penerbit Rineka Cipta: Jakarta.

Rustopo. (2007). Menjadi Jawa: Orang-orang Tionghoa dan Kebudayaan Jawa di Surakarta 1895-1998. Ombak: Yogyakarta.

Samovar, L., Porter, R., & McDaniel, E. (2010). Komunikasi Lintas Budaya. Salemba Humanika: Jakarta.

Sari, N.O.P. & Rahardjo, T. (2019). Akomodasi Komunikasi Antarbudaya (Etnis Jawa Dengan Etnis Minang). Interaksi Online, 7(4). Diakses dari https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/24928

Suhandinata, J. (2018). WNI Keturunan Tionghoa dalam Stabilitas Ekonomi dan Politik Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Suharyo, (2013). Pola Namamasyarakat keturunan Tionghoa. HUMANIKA, 18(2), 1-12. https://doi.org/10.14710/humanika.18.2.

Suheri. (2019). Akomodasi Komunikasi. Jurnal Network Media, 2(1), 40-48. https://doi.org/10.46576/jnm.v2i1.447

Suryadinata, L. (2010). Etnis Tionghoa dan Nasionalisme Indonesia. Penerbit Buku Kompas: Jakarta.

Susanti, S., dan Koswara, I. (2017). Menyatukan Perbedaan Melalui Seni Budaya Sunda. Jurnal MediaTor, 10(2), 143-155. https://doi.org/10.29313/mediator.v10i2.2739

West, R. dan Lynn H.T. (2008). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Buku 2) (Edisi 3). Salemba Humanika: Jakarta.

Vermeulen, J.T. (2010). Tionghoa di Batavia dan Huru-Hara 1740. Komunitas Bambu: Depok.




DOI: https://doi.org/10.32509/pustakom.v4i1.1349

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by:

   

Recommended Tools :

 


Jurnal Pustaka Komunikasi

Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Kampus I, Jl. Hang Lekir I/8 Jakarta Pusat, Indonesia 10270
WA: 085714422271 (Chat Only)

email: pustakom@dsn.moestopo.ac.id

 

Copyright (c) 2021 Jurnal Pustaka Komunikasi

Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.