ANALISIS MOTIVASI KERJA PEGAWAI PADA KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DAN INVESTASI

Ridawati Rajagukguk

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi kerja pegawai pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta mengkaji hubungan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi sebagai faktor yang memengaruhi kinerja dan kepuasan kerja dalam organisasi pemerintahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi, serta wawancara mendalam terhadap pegawai di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Analisis penelitian mengacu pada Teori Dua Faktor Frederick Herzberg dan Teori Motivasi David McClelland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai dipengaruhi oleh penghargaan, apresiasi, pengakuan atas kinerja, serta kesempatan untuk berkembang yang diberikan oleh pimpinan. Faktor-faktor tersebut terbukti berkontribusi terhadap meningkatnya kepuasan kerja dan semangat kerja pegawai. Penelitian juga menemukan adanya hubungan yang erat antara motivasi kerja dan kepuasan kerja, di mana semakin tinggi motivasi yang diperoleh melalui penghargaan dan kesempatan berprestasi, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja pegawai. Secara teoretis, temuan penelitian menguatkan Teori Dua Faktor Herzberg yang menekankan pentingnya faktor motivator, seperti prestasi, pengakuan, dan peluang pengembangan diri, dalam meningkatkan kepuasan kerja. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung Teori Motivasi David McClelland, yang menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai didorong oleh kebutuhan akan prestasi (need for achievement), afiliasi (need for affiliation), dan kekuasaan (need for power). Dengan demikian, peningkatan motivasi melalui pemberian penghargaan, pengakuan, dan kesempatan pengembangan karier menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Keywords


Motivasi Kerja; Kinerja; Kemaritiman; Investasi

Full Text:

PDF

References


Alfian, & Sjamsuddin, N. (1992). Masa Depan Kehidupan Politik Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Amran. (2009). Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Kantor Departemen Sosial Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ichsan Gorontalo, 4(2).

Arifin, A. (2008). Opini Publik. Jakarta: Pustaka Indonesia.

Busro, M. (2018). Teori-Teori Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenadamedia Group.

Firmansyah, M. A., & Mahardhika, B. W. (2018). Pengantar Manajemen. Sleman: Deepublish.

Gusti, P. M. (2011). Wewenang DPR dalam Penetapan dan Pengawasan APBN Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Denpasar: Pascasarjana Universitas Udayana.

Hakim, Baskoro, & Susanty. (2012). Organisasi, Motivasi Kerja, dan Gaya Kepemimpinan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hidayat. (2019). Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan. Banten: Yayasan Pendidikan Sosial Indonesia Maju.

Hidayat, D. N. (2003). Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik Klasik. Jakarta: Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.

Iskandar, & Yuhansyah. (2018). Pengaruh Motivasi dan Ketidakamanan Kerja terhadap Penilaian Kerja yang Berdampak kepada Kepuasan Kerja. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.

Iskandar, J. (2009). Kapita Selekta Administrasi Negara dan Kebijakan Publik. Bandung: Puspaga.

Lexy, J. Moleong. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi, Cetakan ke-22). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mangkunegara, A. A. A. P. (2014). Evaluasi Kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama.

Marbun. (1992). DPR RI: Pertumbuhan dan Perkembangan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2006). Human Resource Management (Terjemahan Diana Angelica). Jakarta: Salemba Empat.

Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.

Meldona. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Malang: UIN-Malang Press.

Miles, M. B., & Huberman, M. A. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Moenir, H. A. S. (2002). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Mohtar, I. (2019). Hubungan antara Motivasi Kerja dan Pengalaman Kerja dengan Kinerja Guru Madrasah. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.

Moleong, L. J. (1997). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nawawi, I. U. (2002). Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Kinerja. Jakarta: Prenada Media Group.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed.). Thousand Oaks, California: Sage Publications.

Poerwandari, E. K. (2007). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: LPSP3.

Poerwandari, E. K. (2007). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta: LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Prawirosentono, S. (1999). Kebijakan Kinerja Pegawai: Kiat Membangun Organisasi Kompetitif Menjelang Perdagangan Bebas Dunia. Yogyakarta: BPFE.

Rianto, A. (2004). Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum. Jakarta: Granit.

Riniwati, H. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Malang: UB Press.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2015). Perilaku Organisasi (Terjemahan Ratna Saraswati & Fabriella Sirait). Jakarta: Salemba Empat.

Robert K. Yin. (2005). Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sudarmanto. (2015). Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM: Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sulistiyani, A. T. (2004). Memahami Good Governance dalam Perspektif Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Gaya Media.

Sunyoto. (2013). MSDM Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Buku Seru.

Sutrisno, E. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tenriang, A. (2015). Evaluasi Kebijakan Peningkatan Kapasitas Pendukung Kelembagaan DPR RI. Jakarta: The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research.

Trimaya, A. (2013). Kinerja Fungsi Legislasi DPR RI Masa Bakti 2009–2014. Jurnal Legislasi Indonesia, 10(3).

Usman, H., dkk. (2004). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Widodo, J. (2001). Good Governance (Akuntabilitas dan Kontrol Birokrasi pada Era Desentralisasi dan Otonomi Daerah). Surabaya: Insan Cendekia.

Wilda, R. (2016). Kinerja DPR dan Kepercayaan Publik (Analisis Kepercayaan Publik terhadap Kinerja DPR RI Tahun 2014–2019). Sumenep: Universitas Wiraraja Sumenep.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.