INTERCULTURAL COMMUNICATION BARRIERS FOR COUPLES IN DEPOK CITY

Ahandini Nirmala Sukma, Risma Kartika

Abstract


The phenomenon of intercultural marriage is something that is often encountered in Indonesia. The number of islands, cultures, ethnicities, and languages that Indonesia has makes diversity can be found in several aspects of life, one of which is marriage. Communication that occurs in inter-ethnic married couples certainly has several obstacles that can cause miscommunication and lead to conflict in the household. The purpose of this study was to determine the barriers to intercultural communication in married couples in Depok City. The concepts in this study consist of Intercultural Communication and Barriers to Intercultural Communication. This research uses a qualitative approach and descriptive research type. The results of this study were that six of informants each encountered obstacles both above and below the waterline. From the statements of the six informants, it can be concluded that the obstacles that occur are caused by differences in understanding and lack of communication of each individual regarding the categories of intercultural communication barriers above waterline, below waterline and prejudice. In addition, ethnocentrism only occurs in one informants only

Keywords


Intercultural Communication; Communication Barriers; Couples with Different Cultures; Below and Above Waterline Barriers

Full Text:

PDF

References


Ali, M. (2016). Komunikasi Antarbudaya Dalam Tradisi Agama Jawa. CV. Pustaka Ilmu Group.

Anshori, M., & Iswati, S. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Airlangga University Press.

Anwar, R., & Cangara, H. (2016). Rintangan Komunikasi Antar Budaya Dalam Perkawinan dan Perceraian Etnis Jawa dengan Papua di Kota Jayapura (Suatu Strategi Manajemen Kondlik dalam Hubungan Interpersonal Pasangan Suami Istri). KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2).

Arief, A. (2020). Kapita Selekta Metodologi Penelitian. Penerbit Qiara Media.

Barlian, E. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Sukabina Press.

Daymon, C., & Holloway, I. (2008). Metode-metode Riset Kualitatif: dalam Public Relations dan Marketing Communications. Penerbit Bentang.

Febriyanti, F. (2014). Hambatan Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Suku Flores dan Lombok di Desa Bukit Makmur Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur. EJournal Komunikasi, 2(3).

Gulo, W. (2002). Metodologi Penelitian. Grasindo.

Hadawiah. (2017). Pola Komunikasi Pasangan Suami Istri Beda Budaya Di Makassar. Al-Munzir, 10(2).

Harahap, R. E. (2016). Problematika Perkawinan Beda Kultur. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.

Hariani, B. (2019). Angka Perceraian di Kota Depok Terbilang Tinggi. Beritasatu.Com. https://www.beritasatu.com/archive/578012/angka-perceraian-di-kota-depok-terbilang-tinggi

Helaluddin, & Wijaya, H. (2019). Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori & Praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Insani, E. L. (2014). Pola Komunikasi Pasangan Suami Istri Beda Status Pendidikan (Studi Fenomenologi Mengenai Pola Komunikasi Pasangan Suami Istri Beda Status Pendidikan di Kota Bandung). Universitas Komputer Indonesia.

Kurniawati, D. (2013). Pola Komunikasi Interpersonal dalam Konflik Antara Pasangan Suami Istri Beda Budaya yang Baru Menikah. The Messenger, 5(1).

Liliweri, A. (2013). Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Pustaka Setia.

Liliweri, A. (2018). Prasangka, Konflik, dan Komunikasi Antarbudaya. Kencana.

Manzilati, A. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma, Metode, dan Aplikasi. Universitas Brawijaya Press.

Maryati, K., & Suryawati, J. (2001). Sosiologi Jilid 3. Erlangga.

Mulyana, D., & Rakhmat, J. (2014). Komunikasi Antarbudaya. PT Remaja Rosdakarya.

Putri, E. L. T. (2016). Pola Komunikasi Antarbudaya Etnis Tionghoa dan Pribumi. Wacana, 15(2).

Ramdhani, N., & Patria, B. (2018). Psikologi untuk Indonesia Maju dan Beretika. Gadjah Mada University Press.

Rukajat, A. (2018). Pendekatan Penelitian Kualitatif. Deepublish.

Rukin. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2014). Komunikasi Lintas Budaya. Salemba Humanika.

Sayidah, N. (2018). Metodologi Penelitian. Zifatama Jawara.

Suherman, A. (2020). Buku Ajar Teori-Teori Komunikasi. Deepublish.

Tokohkita. (2019). Penduduk Asli Depok Harus Mandiri di Kampung Sendiri. Tokohkita.Co. https://www.tokohkita.co/read/20190331/331/penduduk-asli-depok-harus-mandiri-di-kampung-sendiri

Wahjuwibowo, I. S. (2018). Semiotika Komunikasi. Mitra Wacana Media.

West, R. L., & Turner, L. H. (2002). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Salemba Humanika.

Wiryanto. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi. Grasindo.

Yasir. (2020). Pengantar Ilmu Komunikasi: Sebuah Pedekatan Kritis dan Komprehensif. Deepublish.

Zahroh, E. (2017). Komunikasi Antarbudaya Dalam Pernikahan Antar Suku Jawa dan Suku Betawi di Daerah Trondol Banten. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.32509/wacana.v21i1.1882

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Indexed by:

     

 Recommended Tools :

 

 

WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Kampus I, Jl. Hang Lekir I/8 Jakarta Pusat, Indonesia 10270
WA: 085714422271 (Chat Only)

email: wacana@dsn.moestopo.ac.id

 

Copyright (c) 2022 WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi

Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.