JARIGAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI SEBUAH KERANGKA TEORITIS

Endah Murwani

Abstract


Organisasi dapat dipandang dari berbagai perspektif, Gareth Morgan (dalam Litlejohn, 2002) menguraikan beberapa metafora yang menangkap berbagai aspek organiasi. Metafora yang pertama adalah mesin. Organisasi seperti mesin, memiliki bagian bagian yang menghasilkan produk dan jasa. Metafora kedua adalah organisme. Seperti tumbuhan atau hewan, organisasi lahir, tumbuh, berfungsi dan beradaptasi terhadap perubahan perubahan lingkungan dan pada akhirnya ia mati. Organisasi itu bagaikan otak, ia memproses informasi, ia memiliki intelegensi, ia mengkonseptualisasi dan ia membuat prencanaa. Keempat oraganisasi itu seperti budaya kerja karena ia menciptakan pengertian, memiliki nilai dan norma dan diperkuat dengan cerita cerita dan ritual ritual bersama. Kelima organisasi itu seperti sebuah politik, dimana kekuasaan dibagi, pengaruh dijalankan dan kepututusan keputusan dibuat.Morgan juga menunjukan bahwa oranisasi adalah penjara supranarutal karena ia dapat membentuk dan membatasi bahwa organisasi dapat dipahami sebagai preubahan dan transformasi, karena ia menyesuaian diri ,berubah dan tumbuh atas dasar informasi, karena ia menyesuaikan diri, berubah dan tumbuh atas dasar Informasi, umpan balik dan kekuatasn logika. Terakhir morgan mengatakan bahwa organisasi itu seperti instrument dominasi. Karena ia mengandung kepentingan2 yang bersaing yang beberapa diantaranya mendominasi yang lain. Littejohn menambahkan betafora lain pada daftar Morgan yakni Jaringan dan ini adalah meafora yang dipilih untuk mengorganisasikan tulisan ini. Jaringan komunikasi Organisasi. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan memalalui tulisan ini diantaranya adalah pertama, teori teori yang mendasari munculnya jaringan ini menjadi lebih focus pada pembentukan jaringan jaringan ketimbang pemeliharaan dan disolusi jaringan. Kedua perlu karya tambahan untuk mengurangi atau mengeliminasi redundancy yang terjadi pada teori teori yang aa. Ketiga perluny adanya menggali lebih ekletis, melalui pendekatan multiteoritis terhadap teori teori jaringan. Keempat memfokuskan perhatian pada bentuk bentuk jaringan yang memiliki keunikan. Kelima perlu melakukan pengembangan teori teori jaringan yang menjembatani teori teori jaringan yang menjembatani meluasnya level level analitis yang mencakup analisis analisis jaringan.


References


Berger charles & Chaffe H Steven (eds) 1987 handbook of Communication Science Sage Publications.

Daniel, Tom D Barry K Spiker, dan Michael papa 1997 perspectives on.

Organizationsal Communications, Boston MA : Mc Graw Hill Book Co.

Goldhaber, Geral M 1993.

Organizational Communication 6 th ed Boston MA, Mc

Graw Hill Co

Goldhaber, Gerald M dan George Barnett (eds) 1995, Handbook of Organizational.

Communications, nd Norwood, NJ Ablex Publising Co

Jablin Fredric M, fredric M dan Linda Putnam (eds) 2001. The New Handbook of Organizational.

Communications : Advanes in Theory, research and Method Thousand oak , CA.

Sage Publications In Littlejohn W Stephen 2002 Theoritis of Humas Communications Wadsworth.

Thomson Learning Mc Phee Robert D dan Philip K Toomkins (eds) 1985. Organizational Communications.

Tradisional themes and New Directions Beverly Hills, CA Sage Publications

Putman L Linda dan michael E pacanows 1983 Communications and Organizations.

An Intepretive Approach Sage Publications Beverly Hill.




DOI: https://doi.org/10.32509/wacana.v4i3.194

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 Indexed by:

     

 Recommended Tools :

 

 

WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Kampus I, Jl. Hang Lekir I/8 Jakarta Pusat, Indonesia 10270
WA: 085714422271 (Chat Only)

email: wacana@dsn.moestopo.ac.id

 

Copyright (c) 2021 WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi

Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.