PROSES PRODUKSI ACARA SIARAN LANGSUNG TELEVISI UNTUK MENGHASILKAN ACARA YANG LAYAK TONTON

Muhammad Gafar Yoedtadi, Muhammad Adi Pribadi, Kurniawan Hari Siswoko

Abstract


Acara televisi yang disiarkan secara langsung memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibanding acara yang diproduksi dengan format rekaman. Dari sisi persiapan harus dilakukan secara detil dan terencana. Diskusi tidak hanya dilakukan berulang kali antar awak produksi, tapi juga terhadap para pengisi acara. Penyebabnya adalah acara yang disiarkan secara langsung di televisi tidak memiliki kesempatan untuk melakukan penyuntingan sebagaimana yang dilakukan siaran dengan format rekaman. Berbagai kesalahan dan penyimpangan berpeluang terjadi dalam acara siaran langsung. Penyimpangan yang lebih genting adalah ketika melanggar aturan hukum dan norma-norma sosial. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sesuai amanat Undang-Undang No. 32/2002 Penyiaran, telah menerbitkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) untuk mengatur agar stasiun televisi selalu memproduksi acara yang layak untuk ditonton masyarakat. Namun, dalam pengamatan KPI jumlah sanksi untuk stasiun televisi akibat pelanggaran P3SPS tidak kunjung mengalami penurunan. Kasus pelanggaran yang menonjol adalah kesalahan yang dilakukan para pengisi acara akibat tidak mengikuti naskah yang sudah disusun, melakukan adegan spotan yang ternyata melanggar aturan P3SPS. Penelitian ini berupaya mengungkap proses produksi siaran langsung televisi untuk menghasilkan acara yang layak tonton. Sebagai sample penelitian dipilih dua stasiun televisi nasional. Metode penelitian kualitatif deskriptif.


Keywords


Televisi, Siaran langsung, Proses produksi, KPI, P3SPS

Full Text:

PDF

References


Armando, Ade. Televisi Indonesia di Bawah Kapitalisme Global. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 2016

Blumenthal, Howard. J and Goodenough, Oliver R., , This Business of Television: The Standard Guide to the Television Industry 3rd Edition, Billboard Book, New York. 2006

Burton, Graeme. Talking Television: An Introduction to the Study of Television, Hodder Arnold, London. 2000

Fieske, John..Television Culture, London: Routhledge. 1991.

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat. Kedaulatan Frekuensi, Regulasi Penyiaran, Peran KPI, dan Konvergensi Media, Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 2013.

McQuails, Denis. Mass Communication Theory 4th Edition, London: Sage Publicaton. 2000,

Orlebar, Jeremy. Digital Television Production A Handbook, London: Arnold. 2002

Yin, Robert K.. Studi Kasus: Desain & Metode. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2013




DOI: https://doi.org/10.32509/wacana.v16i1.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 Indexed by:

     

 Recommended Tools :

 

 

WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Kampus I, Jl. Hang Lekir I/8 Jakarta Pusat, Indonesia 10270
WA: 085714422271 (Chat Only)

email: wacana@dsn.moestopo.ac.id

 

Copyright (c) 2022 WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi

Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.